Senin, 26 November 2012

CERPEN


Hai friend...
Sebelumnya  makasih ya udah mau mengunjungi blog fina, apalagi mau membaca tulisannya :) ... Kali ini fina punya cerpen buat teman2 semua. cerpen ini hasil karya sendiri, gak di copast dari manapun, kalau seandainya ada kesalahan2 dalam pembuatan cerpen ini harap di maklumi soalnya fina gak ahli bikin cerpen.. :D.. mohon kritik dan sarannya ya teman2... makasih:)... Selamat membaca.....


AKU MERINDUKAN DIA YANG DULU


                Di malam yang dingin ini aku duduk termenung bersandar pada sebuah kursi di samping meja belajar ku. Baru saja aku selesai membahas soal trigonometri yg diberikan oleh guru ku.
                Aku adalah Revi Husna Firdaus. Akrab dipanggil Vivi. Aku adalah siswi kelas XI IPA. Akhir-akhir ini aku sering galau, padahal aku bukan tipe remaja yang suka galau.
                Kali ini dinginnya malan benar-benar menusuk. Aku lelah, sungguh lelah. Jam dinding di kamar ku sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi mata ku belum juga mengantuk. Peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu benar-benar mengganggu pikiranku. Kini semuanya berkecamuk. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Ku buka pintu jendela kamar ku, lalu kuhirup udara segar malam ini. Perlahan kesejukkan pun mengisi rongga-rongga di dadaku.
                Malam ini langit mendung tak berbintang, sama mendungnya dengan hati ku saat ini. Terlintas dibenakku peristiwa seminggu yang lalu.
...............................................................................................................................................................
(Rabu,14/11)
                Ketika aku selesai belajar, tiba-tiba hp ku bergetar. Satu pesan diterima dari Raisya(icha).

“Vi.... lihatlah stat your boy friend....” .

Lho kenapa icha ngirim sm kayak gini? Ada apa ya? Eh, ada sms dari icha lagi.

“Vi.... status Aldi: ‘memang susah mengendalikan perasaan yang mudah, moga2 gw gak berpaling lagi...”.

Hah? Berpaling....? apa maksudnya  ini..? Aku kaget, aku benar2 tidak mengerti apa maksud kata2 nya. Rasanya saat itu juga aku mendengar petir tanpa hujan badai sedikitpun. Malam itu juga timbul prasangka negatif yang aneh2 dalam diriku.  Wajar saja selama ini hubunganku dan Aldi baik2 saja. Sudah 6 bulan kami berstatus in releationship. Rasanya tidak ada masalah yang berarti dalam hubungan kami. Namun akhir2 ini aku merasa hubungan kami semakin renggang. Aku tidak tau kenapa. Dia pun mulai jarang menghubungiku. Padahal hampir setiap hari dia ngirim sms padaku. Walaupun isi sms itu cuma
‘Assalamu’alaikum...’
‘Lgi ngapain tem...?’
Tapi.....
Sekarang aku tidak lagi menerima sms seperti ini. Kucoba untuk berpikir positif. Mungkin saja akhir2 ini dia lagi banyak kerjaan, banyak tugas, atau mungkin saja pulsanya habis. Tapi yang aku permasalahkan sekarang adalah apa maksud statusnya tadi? Muncul tanda tanya besar di otakku. Apakah dia sudah memiliki cinta yang baru...? Aku tak tau...
                                                                        ********** 

(Kamis,14/11)
(
                Di pagi yang cerah ini aku melangkah ke sekolah tanpa semangat. Masih terpikir olehku kejadian tadi malam. Aku benar2 penasaran. Tanpa pikir panjang aku langsung mengomentari status itu dan menanyakan apa maksudnya. Dia bilang ada sesuatu yang tidak bisa diceritkannya padaku. Kata-katanya membuat ku tambah curiga. Namun semampuku telah kucoba tuk tidak berburuk sangka padanya.  Di hari Jum’at aku harus bicara langsung padanya.

(Jum’at,16/11)
                Hari yang dinanti pun datang. Aku berharap hari ini semua pertanyaan yang ada dibenakku terjawab. Aku mau dia menjelaskan semuanya padaku. Aku tak mau dibohongi. Yang ku minta hanyalah kejujuran hatinya...
                Setelah aku melontarkan semua pertanyaanku, dia langsung menjawab. Tapi jawaban yang diberikannya saat itu sulit untuk kumengerti. Hanya satu jawaban yang ku dapat darinya. Ternyata dia memiliki perasaan pada seseorang, dan orang itu adalah teman sekelasnya. Kecurigaanku terbukti. Untuk kali ini feeling ku benar, tepat sasaran. Dari awal aku sudah tau mereka berdua berteman dekat tapi bodohnya aku, tak sedikitpun aku menaruh rasa curiga. Karena selama ini aku telah menaruh kepercayaan padanya. Aku yakin dia bisa menjaga kepercayaan itu. Tapi kenyataannya apa...? Kini semua sudah jelas. Dia menyia-nyiakan keberadaanku. Meskipun sakit rasanya, tapi aku tetap menghargai kejujurannya saat itu.
                Detik itu juga rasanya aku ingin menangis dan meluapkan kesedihan yang kurasakan, tepat di hadapannya. Tapi aku tidak bisa. Karna bukan disini tempat untuk ku menangis.
                Saat itu aku butuh teman curhat. Dan aku benar2 butuh sahabat. Untung saja aku memiliki sahabat yang benar2 pengertian.

Aldi..... nampaknya hatimu mulai bercabang. Kau mulai goyah. Kalau memang kau menyukai dia. Baiklah.  Aku akan mengalah.
               
(Sabtu,17/11)
                Hujan menyelimuti pagi ini. Langit pun ikut merasakan kesedihan yang alami.
            Tadi malam aku telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Sudah sekian lama kami berhubungan, mungkin sudah saatnya ini semua berakhir. Sejujurnya aku tidak ingin melakukan hal ini, aku tidak siap untuk mengakhiri semuanya. Tapi harus bagaimana lagi. Cinta itu tak bisa dipaksakan. Dengan berat hati aku kan memberikan surat kecil untuknya nanti pulang sekolah.
                Sejak tadi ku perhatikan, kenapa aku tidak melihat wajahnya..? Kemana dia..? Apakah dia bolos sekolah..? Lalu aku tanyakan pada teman sekelasnya. Katanya, Aldi tidak hadir hari ini, tak ada kabar tentang dia. Kenapa dia tidak hadir..? apakah dia sakit..? atau mungkin dia galau..? apakah hal yg buruk telah terjadi padanya..? Aargh... Bagaimana mungkin aku sanggup mengakhiri hubungan ini..?sementara aku masih peduli padanya.  Aku benar2 meragukan keputusanku sendiri. Dan aku benar2 tidak siap kehilangannya. Akankah ku biarkan cintaku pergi begitu saja....?



(Minggu,18/11)
Haduuuhh... capek. Tugas menumpuk. Bukannya hari minggu itu waktunya istirahat. Tapi kerjaan malah tambah banyak. Tiba2 hp ku berdering. Ada panggilan masuk dari...... Dari siapa ya..? aku tdak tau siapa pemilik nomor ini. Lalu kuangkat telponnya.
                “halo.. Assalamu’alaikum..”
                “Wa’alaikumsalam.. halo, ini Revi kan..?”
                “iya.. ni siapa ya..?”
                “ini tante Vi... ibunya Aldi..”
What...? Ibunya Aldi..? kenapa ibunya menghubungiku..? sudah selama itu aku dekat dengan Aldi, baru kali ini ibunya menelponku. Lewat telpon ibunya mengatakan padaku bahwa akhir2 ini Aldi kelihatannya lagi banyak masalah, bahkan sikapnya pun akhir2 ini jelas berubah. Ibunya menanyakan pada ku apa masalah yang dihadapi Aldi akhir2 ini. Aku tidak bisa menyembunyikan masalah ini dari ibunya. Apa boleh buat. Aku pun menceritakan apa yang terjadi pada ibunya. Lewat telpon ibunya curhat pada ku semua tentang Aldi. Dari semua kata2 ibunya padaku, aku bisa menangkap makna tersirat bahwa ibunya sangat mencemaskan masa depan Aldi. Bagi ibunya, Aldi adalah tumpuan harapan satu-satunya.  Harapan terbesar ibunya adalah Aldi bisa menjadi orang berhasil di kemudian hari. Dan bila harapan itu tidak tercapai, betapa besarnya kekecewaan terbentang di wajah ibunya.
Aku pun ikut merasakan kecemasan ibunya saat itu. Kata-kata ibunya benar2 menyentuh hatiku...
                Malam pun datang menjelang. Masih tak terpikir olehku kenapa ibunya menelponku tadi sore. Dan kini aku benar2 meragukan keputusan ku kemaren. Aku tidak bisa membohongi perasaanku yang sebenarnya. Aku masih menyayanginya. Aku masih membutuhkannya. Dan aku tidak siap jika semuanya harus berakhir sampai disini..

(Selasa,20/11)
                Hari ini aku ingin semua masalah yang mengganjal pikiranku selesai. Aku tidak mau masalah ini berlarut-larut. Aku putuskan untuk bicara empat mata dengannya di tempat favorite kami. Lalu aku tanyakan bagaimana perasaannya saat ini. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya dia masih sayang padaku. Lalu dia minta maaf karna telah menyakiti perasaanku, dia juga menyesal atas perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
                Mendengar semua penjelasan darinya akhirnya aku mau memaafkannya dan memberinya kesempatan. Meskipun dia telah membuat ku begini, tapi tetap saja aku tak bisa marah padanya,bahkan aku tidak bisa berhenti peduli padanya. Aku memaafkan dia bukan karna aku luluh oleh perkataan ibunya, tapi aku memaafkannya karna memang hati kecilku telah memberi maaf untuknya. Karna itulah aku bisa menerimanya kembali.
*********
               
                Aku berharap setelah kejadian ini hubungan aku akan lebih baik dari sebelumnya,tapi ternyata aku salah, hubungan kami tidak seindah dulu lagi. There is nothing special. Bahkan aku merasa sikapnya berubah 180 derjat. Aku bingung, kenapa jadi seperti ini..? hubungan kami terasa hambar. Aku tak lagi menemukan dirinya yang dulu. Kebahagiaan kami di masa lalu seolah hilang begitu saja. Aku rindu masa2 kebersamaan itu. Aku merindukan dia yang dulu. Aku rindu saat-saat dulu kami tertawa bersama, sedih bersama, belajar dan bermain bersama. Aku rindu canda tawanya. Aku benar2  merindukannya. Kalau bisa aku ingin kembali masa lalu. Seolah-olah aku baru saja bertemu dengan seorang pangeran di alam mimpi yang indah, hingga akhirnya aku terbangun dan tak menemukan lagi dimana pangeranku berada.
...............................................................................................................................................................

             Hoaaammm.... Ngantuk!...
Akhirnya malam ini aku berhasil mencurahkan isi hatiku, meskipun tak ada bintang yang ‘kan mendengarnya, tpi tidak apa-apa masih ada jangkrik yang bersedia mendengar suara hatiku. Semua kejadian yang kualami seminggu nyang lalu kini sudah tergambar jelas di benakku.
Sekarang mata ku sudah 5 watt, waktunya untuk tidur. Aku bergerak menutup jendela kamarku,dan mengunci pintu kamar dari dalam. Lalu kuhempaskan tubuhku keatas tempat tidur. Sebelum mata ku terpejam aku berdoa semoga dibalik masalah ini ada hikmah yang dapat ku ambil.  Semoga kebahagiaan yang dulu kumiliki kini hadir kembali...  
Sekarang suasana malam benar2 sunyi, tak ada lagi suara berisik yang terdengar. Bahkan jangkrik pun sudah lelah bernyanyi. Kini yang terdengar hanyalah bunyi detak jam dindin kamarku.  Mataku terpejam, dan aku hanyut dalam keheningan malam....... 


                                                           ******


49 komentar:

  1. i know this cerpen's inspiration from...

    BalasHapus
  2. tanpa aku baca aku sudah mengerti... :D

    BalasHapus
  3. fiinaaa ,,, gak aku baca ya soalnya aku udah tau kok *eh maap ;p;p

    BalasHapus
  4. wah ,, pengen ngomong ,, tapi takut salah ...
    tapi ,, cerpennya kereen .. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. klw pengen ngomong, ngomong aja yul.... gak apa2...

      Hapus
  5. kasih kritik dan sarannyo kawan...
    :)...

    BalasHapus
  6. baguus fina :"") ciee hebat fina bikin cerpen yaa :P

    BalasHapus
  7. i knew this story :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap,, I can guess, that Ape have known this story...
      thank y pe...

      Hapus
  8. ia vina cerpenya sosweet,judulnyya juga romantis haha,berbakat kamuu,semoga aldi dan revi bersatu selamanyaa haha

    BalasHapus
  9. semoga ya fin, kebahagiaan nya yang kayak dulu kembali lagi. cerpenya pake bahsa yang puitis . pengalaman sendiiri kan fin?

    BalasHapus
  10. iya,pengalaman sendiri may... makasih umay
    ... hehe

    BalasHapus
  11. cerita yang bagus fin,kayaknya dari pengalaman sendiri yaaa?ditunggu lagi yaa postingn selanjutnya :D

    BalasHapus
  12. cie fina.cerpen nya bagus dan seperti di dunia nyata dan seperi terbawa ke dalam aliran nya

    BalasHapus
  13. ciee yang bkin cerpen..
    oh ya fin tadi aku baca kmu bikin malam tu malan...
    pasti ini karya pertama kamu ya...??
    oh ya fin aku sranin bhasa nya jgan terlalu baku ya..
    okehhhh..#peace

    BalasHapus