Hai friend...
Sebelumnya makasih ya udah mau mengunjungi blog fina, apalagi mau membaca tulisannya :) ... Kali ini fina punya cerpen buat teman2 semua. cerpen ini hasil karya sendiri, gak di copast dari manapun, kalau seandainya ada kesalahan2 dalam pembuatan cerpen ini harap di maklumi soalnya fina gak ahli bikin cerpen.. :D.. mohon kritik dan sarannya ya teman2... makasih:)... Selamat membaca.....
AKU MERINDUKAN DIA YANG DULU
Di
malam yang dingin ini aku duduk termenung bersandar pada sebuah kursi di
samping meja belajar ku. Baru saja aku selesai membahas soal trigonometri yg
diberikan oleh guru ku.
Aku
adalah Revi Husna Firdaus. Akrab dipanggil Vivi. Aku adalah siswi kelas XI IPA.
Akhir-akhir ini aku sering galau, padahal aku bukan tipe remaja yang suka
galau.
Kali
ini dinginnya malan benar-benar menusuk. Aku lelah, sungguh lelah. Jam dinding
di kamar ku sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi mata ku belum juga
mengantuk. Peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu benar-benar
mengganggu pikiranku. Kini semuanya berkecamuk. Aku tak tau apa yang harus aku
lakukan. Ku buka pintu jendela kamar ku, lalu kuhirup udara segar malam ini. Perlahan
kesejukkan pun mengisi rongga-rongga di dadaku.
Malam
ini langit mendung tak berbintang, sama mendungnya dengan hati ku saat ini. Terlintas
dibenakku peristiwa seminggu yang lalu.
...............................................................................................................................................................
(Rabu,14/11)
Ketika
aku selesai belajar, tiba-tiba hp ku bergetar. Satu pesan diterima dari
Raisya(icha).
“Vi.... lihatlah stat your boy friend....” .
Lho kenapa icha ngirim sm kayak gini? Ada apa
ya? Eh, ada sms dari icha lagi.
“Vi.... status Aldi: ‘memang susah mengendalikan
perasaan yang mudah, moga2 gw gak berpaling lagi...”.
Hah? Berpaling....? apa maksudnya ini..? Aku kaget, aku benar2 tidak mengerti
apa maksud kata2 nya. Rasanya saat itu juga aku mendengar petir tanpa hujan
badai sedikitpun. Malam itu juga timbul prasangka negatif yang aneh2 dalam
diriku. Wajar saja selama ini hubunganku
dan Aldi baik2 saja. Sudah 6 bulan kami berstatus in releationship. Rasanya tidak
ada masalah yang berarti dalam hubungan kami. Namun akhir2 ini aku merasa
hubungan kami semakin renggang. Aku tidak tau kenapa. Dia pun mulai jarang
menghubungiku. Padahal hampir setiap hari dia ngirim sms padaku. Walaupun isi
sms itu cuma
‘Assalamu’alaikum...’
‘Lgi ngapain tem...?’
Tapi.....
Sekarang aku tidak lagi menerima sms
seperti ini. Kucoba untuk berpikir positif. Mungkin saja akhir2 ini dia lagi
banyak kerjaan, banyak tugas, atau mungkin saja pulsanya habis. Tapi yang aku
permasalahkan sekarang adalah apa maksud statusnya tadi? Muncul tanda tanya
besar di otakku. Apakah dia sudah memiliki cinta yang baru...? Aku tak tau...
**********
(Kamis,14/11)
(
Di pagi yang cerah ini aku
melangkah ke sekolah tanpa semangat. Masih terpikir olehku kejadian tadi malam.
Aku benar2 penasaran. Tanpa pikir panjang aku langsung mengomentari status itu
dan menanyakan apa maksudnya. Dia bilang ada sesuatu yang tidak bisa
diceritkannya padaku. Kata-katanya membuat ku tambah curiga. Namun semampuku
telah kucoba tuk tidak berburuk sangka padanya.
Di hari Jum’at aku harus bicara langsung padanya.
(Jum’at,16/11)
Hari yang dinanti pun datang. Aku
berharap hari ini semua pertanyaan yang ada dibenakku terjawab. Aku mau dia
menjelaskan semuanya padaku. Aku tak mau dibohongi. Yang ku minta hanyalah
kejujuran hatinya...
Setelah aku melontarkan semua
pertanyaanku, dia langsung menjawab. Tapi jawaban yang diberikannya saat itu
sulit untuk kumengerti. Hanya satu jawaban yang ku dapat darinya. Ternyata dia
memiliki perasaan pada seseorang, dan orang itu adalah teman sekelasnya. Kecurigaanku
terbukti. Untuk kali ini feeling ku benar, tepat sasaran. Dari awal aku sudah
tau mereka berdua berteman dekat tapi bodohnya aku, tak sedikitpun aku menaruh
rasa curiga. Karena selama ini aku telah menaruh kepercayaan padanya. Aku yakin
dia bisa menjaga kepercayaan itu. Tapi kenyataannya apa...? Kini semua sudah
jelas. Dia menyia-nyiakan keberadaanku. Meskipun sakit rasanya, tapi aku tetap
menghargai kejujurannya saat itu.
Detik itu juga rasanya aku ingin
menangis dan meluapkan kesedihan yang kurasakan, tepat di hadapannya. Tapi aku
tidak bisa. Karna bukan disini tempat untuk ku menangis.
Saat itu aku butuh teman curhat.
Dan aku benar2 butuh sahabat. Untung saja aku memiliki sahabat yang benar2
pengertian.
Aldi..... nampaknya hatimu mulai bercabang. Kau
mulai goyah. Kalau memang kau menyukai dia. Baiklah. Aku akan mengalah.
(Sabtu,17/11)
Hujan menyelimuti pagi ini. Langit
pun ikut merasakan kesedihan yang alami.
Tadi malam aku telah memutuskan
untuk mengakhiri hubungan ini. Sudah sekian lama kami berhubungan, mungkin
sudah saatnya ini semua berakhir. Sejujurnya aku tidak ingin melakukan hal ini,
aku tidak siap untuk mengakhiri semuanya. Tapi harus bagaimana lagi. Cinta itu
tak bisa dipaksakan. Dengan berat hati aku kan memberikan surat kecil untuknya nanti
pulang sekolah.
Sejak tadi ku perhatikan, kenapa
aku tidak melihat wajahnya..? Kemana dia..? Apakah dia bolos sekolah..? Lalu
aku tanyakan pada teman sekelasnya. Katanya, Aldi tidak hadir hari ini, tak ada
kabar tentang dia. Kenapa dia tidak hadir..? apakah dia sakit..? atau mungkin
dia galau..? apakah hal yg buruk telah terjadi padanya..? Aargh... Bagaimana
mungkin aku sanggup mengakhiri hubungan ini..?sementara aku masih peduli
padanya. Aku benar2 meragukan
keputusanku sendiri. Dan aku benar2 tidak siap kehilangannya. Akankah ku biarkan
cintaku pergi begitu saja....?
(Minggu,18/11)
Haduuuhh... capek. Tugas menumpuk. Bukannya
hari minggu itu waktunya istirahat. Tapi kerjaan malah tambah banyak. Tiba2 hp
ku berdering. Ada panggilan masuk dari...... Dari siapa ya..? aku tdak tau
siapa pemilik nomor ini. Lalu kuangkat telponnya.
“halo..
Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam..
halo, ini Revi kan..?”
“iya..
ni siapa ya..?”
“ini
tante Vi... ibunya Aldi..”
What...? Ibunya Aldi..? kenapa ibunya
menghubungiku..? sudah selama itu aku dekat dengan Aldi, baru kali ini ibunya
menelponku. Lewat telpon ibunya mengatakan padaku bahwa akhir2 ini Aldi kelihatannya
lagi banyak masalah, bahkan sikapnya pun akhir2 ini jelas berubah. Ibunya menanyakan
pada ku apa masalah yang dihadapi Aldi akhir2 ini. Aku tidak bisa
menyembunyikan masalah ini dari ibunya. Apa boleh buat. Aku pun menceritakan
apa yang terjadi pada ibunya. Lewat telpon ibunya curhat pada ku semua tentang
Aldi. Dari semua kata2 ibunya padaku, aku bisa menangkap makna tersirat bahwa
ibunya sangat mencemaskan masa depan Aldi. Bagi ibunya, Aldi adalah tumpuan
harapan satu-satunya. Harapan terbesar
ibunya adalah Aldi bisa menjadi orang berhasil di kemudian hari. Dan bila
harapan itu tidak tercapai, betapa besarnya kekecewaan terbentang di wajah
ibunya.
Aku pun ikut merasakan kecemasan ibunya
saat itu. Kata-kata ibunya benar2 menyentuh hatiku...
Malam
pun datang menjelang. Masih tak terpikir olehku kenapa ibunya menelponku tadi
sore. Dan kini aku benar2 meragukan keputusan ku kemaren. Aku tidak bisa
membohongi perasaanku yang sebenarnya. Aku masih menyayanginya. Aku masih
membutuhkannya. Dan aku tidak siap jika semuanya harus berakhir sampai disini..
(Selasa,20/11)
Hari
ini aku ingin semua masalah yang mengganjal pikiranku selesai. Aku tidak mau
masalah ini berlarut-larut. Aku putuskan untuk bicara empat mata dengannya di
tempat favorite kami. Lalu aku tanyakan bagaimana perasaannya saat ini. Dia mengatakan
bahwa sesungguhnya dia masih sayang padaku. Lalu dia minta maaf karna telah
menyakiti perasaanku, dia juga menyesal atas perbuatannya dan berjanji untuk
tidak mengulanginya lagi.
Mendengar
semua penjelasan darinya akhirnya aku mau memaafkannya dan memberinya
kesempatan. Meskipun dia telah membuat ku begini, tapi tetap saja aku tak bisa
marah padanya,bahkan aku tidak bisa berhenti peduli padanya. Aku memaafkan dia
bukan karna aku luluh oleh perkataan ibunya, tapi aku memaafkannya karna memang
hati kecilku telah memberi maaf untuknya. Karna itulah aku bisa menerimanya
kembali.
*********
Aku
berharap setelah kejadian ini hubungan aku akan lebih baik dari sebelumnya,tapi
ternyata aku salah, hubungan kami tidak seindah dulu lagi. There is nothing
special. Bahkan aku merasa sikapnya berubah 180 derjat. Aku bingung,
kenapa jadi seperti ini..? hubungan kami terasa hambar. Aku tak lagi menemukan
dirinya yang dulu. Kebahagiaan kami di masa lalu seolah hilang begitu saja. Aku
rindu masa2 kebersamaan itu. Aku merindukan dia yang dulu. Aku rindu saat-saat dulu
kami tertawa bersama, sedih bersama, belajar dan bermain bersama. Aku rindu
canda tawanya. Aku benar2 merindukannya.
Kalau bisa aku ingin kembali masa lalu. Seolah-olah aku baru saja bertemu
dengan seorang pangeran di alam mimpi yang indah, hingga akhirnya aku terbangun
dan tak menemukan lagi dimana pangeranku berada.
...............................................................................................................................................................
Hoaaammm....
Ngantuk!...
Akhirnya malam ini aku berhasil
mencurahkan isi hatiku, meskipun tak ada bintang yang ‘kan mendengarnya, tpi
tidak apa-apa masih ada jangkrik yang bersedia mendengar suara hatiku. Semua kejadian
yang kualami seminggu nyang lalu kini sudah tergambar jelas di benakku.
Sekarang mata ku sudah 5 watt,
waktunya untuk tidur. Aku bergerak menutup jendela kamarku,dan mengunci pintu
kamar dari dalam. Lalu kuhempaskan tubuhku keatas tempat tidur. Sebelum mata ku
terpejam aku berdoa semoga dibalik masalah ini ada hikmah yang dapat ku
ambil. Semoga kebahagiaan yang dulu
kumiliki kini hadir kembali...
Sekarang suasana malam benar2
sunyi, tak ada lagi suara berisik yang terdengar. Bahkan jangkrik pun sudah
lelah bernyanyi. Kini yang terdengar hanyalah bunyi detak jam dindin kamarku. Mataku terpejam, dan aku hanyut dalam
keheningan malam.......
******

